Giving your child the best start in life
-
First Floor, 10A Chandos Street London New Town W1G 9LE
Get In Touch
Monday to Friday: 8.30am – 02.00pm
Saturday, Sunday: Close
Email: user@domainname.com
Phone: +44 (0) 207 689 7888
Monday to Friday: 8.30am – 02.00pm
Saturday, Sunday: Close
Email: user@domainname.com
Phone: +44 (0) 207 689 7888





SDMuhita.sch.id – Peringatan Hari Sumpah Pemuda di SD Muhita dibuka meriah lewat lagu “Bendera” yang dibawakan Muzha dan Keiysha, disusul parade tari kreasi Wonderland hingga atraksi Bujang Ganong, Jumat (30/10/2026).
Dentum drum elektrik berpadu dengan lantunan vokal yang merdu saat lagu “Bendera” milik band Cokelat mengudara di panggung utama. Penampilan pembuka yang enerjik dari Muzha dan Keiysha itu langsung memantik sorak penonton dan menandai dimulainya pentas literasi peringatan Hari Sumpah Pemuda di SD Muhammadiyah Tanggul (SD Muhita).
Keduanya aktif di ekstrakurikuler seni musik sekolah dan tampil percaya diri membawakan lagu secara langsung: Muzha di balik drum, Keiysha sebagai vokalis utama, diiringi backing track gitar dan bas.
Muzha, siswa kelas 5 Ibnu Khaldun, adalah drummer cilik berprestasi. Ia telah meraih Juara 1 Kategori Pelajar dan Juara 2 Kategori Umum pada ajang Talent Competition se-Jawa Bali, serta Juara 2 Lomba Seni dan Sastra Tingkat Nasional di Jakarta. Permainan drumnya terdengar selaras dengan vokal kuat Keiysha, siswi kelas 6 Tsabit bin Qais, yang memikat penonton sejak bait pertama.
Usai letupan lagu pembuka, panggung beralih menjadi etalase gerak dan irama. Siswa kelas KH Ahmad Dahlan langsung menyemarakkan suasana lewat tari kreasi.
Kekompakan kian terasa saat kelas Ibnu Rawahah dan Ibnu Zubair berkolaborasi di atas panggung. Gerak lincah tari kreasi lintas kelas ini menjaga antusiasme para guru dan teman-teman yang menonton.
Keunikan visual hadir saat kelas Ibnu Bajjah membawakan Tari Kreasi Wonderland Indonesia. Dengan busana serba hitam yang dipadukan lilitan kain kotak-kotak merah, putih, dan hitam di pinggang, tarian bertema keberagaman nusantara ini tampil estetis, dinamis, dan kuat karakternya.
Nuansa kebangsaan menguat lewat tari kreasi nusantara dari kelas 6 Ammar bin Yasir dan tari medley nusantara dari kelas 6 Zaid bin Tsabit. Kedua kelas memadukan seragam Hizbul Wathan (HW) dengan hiasan bulu berwarna cerah di kepala, menghadirkan harmoni antara jiwa kepanduan dan kekayaan budaya daerah.
Keseruan berlanjut lewat drama bertema penyelamatan presiden dari kelas 6 Abu Hurairah. Tepuk tangan penonton memuncak saat pentas ditutup kelas 6 Abdurrahman bin Auf dengan tari kolaborasi Bujang Ganong yang lincah dan jenaka, khas seni reog.
Rangkaian pentas literasi ini menjadi ruang ekspresi bagi siswa SD Muhita untuk berani unjuk bakat, sekaligus merawat semangat persatuan pemuda lewat karya, musik, dan pelestarian budaya nusantara.